Sudah 42 Hari, Seragam Pilot Masih Melekat di Jenazah

Sudah 42 Hari, Seragam Pilot Masih Melekat di Jenazah

Sudah 42 Hari, Seragam Pilot Masih Melekat di Jenazah
Sudah 42 Hari, Seragam Pilot Masih Melekat di Jenazah
Ekspodeday, Jakarta - Kepala Basarnas Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo menyebutkan telah menerima laporan temuan dua jenazah pilot pesawat Air Asia QZ8501. Dua jenazah tersebut ditemukan pada Jumat petang (6/2).

Soelistyo meyakini jenazah yang ditemukan di hari pencarian ke-42 itu merupakan pilot pesawat naas yang jatuh pada 28 Desember 2014 lalu. Karena, dua jenazah tersebut ditemukan di kursi kokpit pesawat. Selain itu, bukti lain yang menguatkan adalah seragam yang masih melekat di jenazah.

”Tapi baru satu jenazah yang berhasil kita evakuasi,” ungkapnya saat dihubungi  kemarin (7/2). Satu jenazah lainnya masih belum berhasil diangkat hingga Sabtu petang kemarin.

Hal itu disebabkan tingginya gelombang di selat Karimata yang mencapai 3-4 meter. ”Selain itu, arus bawah laut juga cukup kencang sampai 5 knot. Itu menyebabkan penyelam kita kesulitan untuk evakuasi,” urai pria kelahiran Jogjakarta itu.

Dari satu jenazah di kokpit yang berhasil diangkat, Soelistyo masih belum bisa memastikan identitasnya. Ia tidak bisa menyebut apakah jenazah itu merupakan jenazah Kapten pilot, Iriyanto atau ko-pilot Remy Plesel. ”Nanti itu tim DVI yang memastikan,” ujarnya.

Jenderal bintang tiga itu mengatakan, saat ini satu jenazah tersebut berada di KN Pacitan. Ada enam jenazah lainnya yang juga tengah berada di kapal milik Basarnas itu. ”Empat ditemukan Jumat, salah satunya jenazah pilot. Tiga lainnya hari ini (kemarin),” tuturnya.

Rencananya, ketujuh jenazah tersebut akan dijemput dengan KN Jakarta untuk dibawa menuju Teluk Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, hari ini. Selanjutnya, jenazah akan langsung diantarkan menuju RSUD Imanudin untuk kemudian di bersihkan dan dimasukkan dalam peti jenazah. ”Besok siang, langsung diterbangkan ke Surabaya dengan pesawat kargo yang di siapkan oleh AirAsia,” jelasnya.

Dengan tambahan 7 jenazah, total jenazah korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 100 jenazah. Jumlah tersebut sudah ditambahkan dengan jenazah yang berhasil ditemukan di perairan Sulawesi Barat.

Terkait rencana pengangkatan kokpit dan badan pesawat, Soelistyo masih belum bisa memastikan. Ia menekankan bahwa fokus tim Basarnas gabungan masih untuk mencari jenazah penumpang pesawat buatan Prancis itu. ”Karena itu pula operasi masih kita perpanjang,” tandasnya.

Di sisi lain, ekor dan serpihan pesawat Air Asia telah diterbangkan menuju Jakarta kemarin. Seluruh bagian pesawat tersebut akan langsung diserahkan pada pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ini Detik-Detik Akhir AirAsia QZ8501 Jatuh Ke Laut

Ini Detik-Detik Akhir AirAsia QZ8501 Jatuh Ke Laut

Ini Detik-Detik Akhir AirAsia QZ8501 Jatuh Ke Laut
Ini Detik-Detik Akhir AirAsia QZ8501 Jatuh Ke Laut
Ekspodeday, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi melaporkan rekaman data penerbangan memberikan gambaran cukup jelas detik-detik terakhir pesawat AirAsia QZ 8501 yang mengangkut 162 penumpang dan kru pesawat menjelang jatuh di perairan Selat Karimata.

Pilot AirAsia QZ8501 sempat meminta izin naik ke ketinggian 38.000 kaki dari 32.000 kaki saat pesawat diadang awan badai dengan puncaknya mencapai 44.000 kaki. Namun, pemandu lalu lintas udara yang berbasis di Jakarta memberi izin AirAsia QZ8501 naik 34.000 kaki.

Saat berada di 32.000 kaki, pesawat AirAsia QZ8501 yang miring ke kiri tiba-tiba naik 37.400 kaki dalam waktu sekitar 30 detik dan diduga mengalami stall. Stall adalah kondisi di mana pesawat AirAsia QZ8501 tiba-tiba mengalami kehilangan daya angkat, sehingga berbalik turun.

Tak lama kemudian pesawat AirAsia QZ8501 turun ke 32.000 kaki hanya dalam waktu 30 detik yang kemudian jatuh ke laut.

Berikut ini detik-detik AirAsia QZ8501 mengalami stall berdasarkan rekaman data penerbangan:

Pukul 06.12 WIB:

Pilot meminta izin ke pemandu lalu lintas udara di Jakarta untuk kemungkinan bisa menaikkan pesawat AirAsia QZ8501 dari 32.000 kaki menjadi 38.000 kaki. Pemandu di Jakarta meminta AirAsia QZ 8501 stand by.

Pukul 06.16 WIB:

Pemandu di Jakarta memberi izin AirAsia QZ 8501 naik ke ketinggian 34.000 kaki, tetapi tidak ada respons balasan dari QZ 8501.

Pukul 06.17 WIB:

Petugas pemandu lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat AirAsia QZ8501 dan mencoba menghubungi selama delapan kali.

Pukul 06.17.09 WIB:

Pesawat AirAsia QZ8501 menanjak dengan kecepatan 300 kaki dalam enam detik.

Pukul 06.17.24 WIB:

Pesawat AirAsia QZ8501 terus menanjak. Dalam waktu enam detik ketinggian bertambah 1.700 kaki.

Pukul 06.17.41 WIB:

Pesawat AirAsia QZ8501 mencapai ketinggian jelajah 36.300 kaki.

Pukul 06.17.54 WIB:

Pesawat AirAsia QZ 8501 akhirnya mencapai puncak ketinggian 37.600 kaki sebelum akhirnya mengalami stall. Pesawat itu kehilangan daya angkat dan langsung turun (lihat foto).

Lalu setelah turun pada ketinggian 32.000 kaki, posisi pesawat AirAsia QZ8501 turun dengan perlahan, dan jatuh ke laut dengan indikasi posisi bagian ekor terlebih dahulu menyentuh air.

Pukul 06.20 WIB:


Flight data recorder dan cockpit voice recorder (kotak hitam) pesawat AirAsia QZ8501 berhenti merekam data penerbangan.

Fakta seputar jatuhnya AirAsia QZ8501 yang diungkap KNKT

Fakta seputar jatuhnya AirAsia QZ8501 yang diungkap KNKT

Fakta seputar jatuhnya AirAsia QZ8501 yang diungkap KNKT
Fakta seputar jatuhnya AirAsia QZ8501 yang diungkap KNKT
Ekspodeday - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan preliminary report (laporan awal) kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Laporan tersebut memuat sejumlah data faktual awal terkait penerbangan pesawat itu dari Bandara Juanda Surabaya menuju Singapura.

Laporan dibuat berdasarkan hasil analisa terhadap black box yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR), Cockpit Voice Recorder (CVR), dan rekaman percakapan pilot dengan Air Traffic Controller (ATC).

"Satu-satunya tujuan penyelidikan safety adalah untuk meningkatkan keamanan transportasi," ujar Ketua Tim Investigasi AirAsia QZ8501 Mardjono di gedung KNKT, Jakarta, Kamis (29/1).

Mardjono mengatakan data faktual tersebut menjadi patokan bagi tim investigasi untuk mengembangkan penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan data yang tercantum akan mengalami perkembangan seiring berjalannya investigasi.

"Informasi dalam laporan ini telah dicermati dan dikembangkan masak-masak," kata dia.

Sejumlah fakta diungkapkan KNKT terkait penerbangan QZ8501. Mulai dari persiapan hingga lepas landas dan sesaat sebelum jatuh di Selat Karimata.

Lubang Misterius Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Air Asia

Lubang Misterius Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Air Asia

Lubang Misterius Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Air Asia
Lubang Misterius Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Air Asia
Ekspodeday, Pangkalan Bun – Sebuah lubang berukuran besar ditemukan dilokasi jatuhnya pesawat Air Asia QZ5801. Lokasinya hanya berjarak 1,9 mil dari ekor pesawat yang membawa 155 orang tersebut.

Tim penyelam SAR menduga lubang misterius tersebut tercipta akibat benturan moncong pesawat.

Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Sulistyo mengatakan, lubang yang ditemukan berukuran cukup besar di dasar laut yang berjarak sekitar 1,9 mil dari lokasi ditemukannya ekor AirAsia.

“Penyelam menemukan lubang misterius di dasar laut dalam kondisi telah tertutup tanah baru bercampur lumpur,” kata Soelistyo, Minggu malam, 11 Januari 2015.

Lubang besar itu diduga tercipta karena benturan beras dengan bagian depan pesawat Air Asia QZ 8501.

“Tertutup bukan oleh karang, jadi itu diduga memang lubang baru,” ujarnya.

Lubang ditemukan secara tak sengaja oleh penyelam TNI AL saat tengah mencari lokasi pinger black box (kotak hitam) dan lokasi sayap serta badan AirAsia yang sebelumnya terdeteksi alat sonar dari Kapal Baruna Jaya.

Kisah Haru Investigator KNKT Dengarkan Rekaman Black Box AirAsia QZ8501

Kisah Haru Investigator KNKT Dengarkan Rekaman Black Box AirAsia QZ8501

Rekaman Black Box AirAsia QZ8501
Rekaman Black Box AirAsia QZ8501
Ekspodeday, Pangkalan Bun - Kami mendengarkan detik-detik sebelum mereka menemui ajal dari rekaman Black Box.
Mendengarkan rekaman dari kotak hitam (black box) pesawat yang mengalami kecelakaan bukanlah hal yang mudah, tidak seperti mendengarkan musik atau perbincangan biasa. Membutuhkan mental kuat bagi para investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami mendengarkan detik-detik sebelum mereka menemui ajal. Itu nggak mudah. Itu mengganggu," kata Investigator KNKT, Nurcahyo Utomo, di lapangan udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu 11 Januari 2015.

Apalagi, saat ini Nurcahyo juga harus mendengar percakapan pilot AirAsia QZ 8501. Ini tugas yang sangat berat baginya, meskipun ia sudah melakukan pekerjaanya ini sejak tahun 1997.

"Pilotnya itu Pak Indriyanto, itu senior saya. Dia yang ngajarin saya terbang. Kebayang nggak, saya harus dengar percakapan terakhir dia," katanya.

Pengalaman mendengarkan rekaman dari kotak hitam juga tidak hanya mengganggu dirinya. Bahkan, seringkali para investigator terkesima oleh suara-suara menjelang ajal.

"Kami dengar itu gimana rasanya. Allahu Akbar, Allahu Akbar, beberapa detik terakhir sebelum menemui ajal. Merinding kami," katanya.

Tim investigasi harus mendengarkan ini berkali-kali. "Kami sering terdiam saat rekaman habis beberapa saat. Sampai ada yang ngingetin rekaman harus diputar ulang," katanya.

Walau berat, ia tidak bisa mengelak dari tugas itu. Di mana mendengar percakapan terakhir di black box menjadi salah satu kunci mengungkap kecelakaan AirAsia.

"Kami akan tahu apa sih yang sebenarnya terjadi dari percakapan pilot atau co-pilot sesaat pesawat itu mengalami kecelakaan," katanya. (one)

Kronologi Penemuan Ekor Pesawat AirAsia QZ8501

Kronologi Penemuan Ekor Pesawat AirAsia QZ8501

Penemuan Ekor Pesawat AirAsia QZ8501
Penemuan Ekor Pesawat AirAsia QZ8501
Ekspodeday, Pangkalan Bun - Penemuan bagian ekor pesawat AirAsia QZ 8501 oleh tim SAR Gabungan di perairan laut Selat Karimata menjadi temuan menggembirakan. Hasil itu menjadi objek besar ke-12 dari total temuan yang telah diungkap oleh tim pencari.

"Hari ini kita sukses mendapatkan bagian pokok pesawat AirAsia QZ 8501. Temuan ini menjadi objek ke-12 yang telah berhasil ditemukan tim," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo di Kantor Basarnas, Jakarta, Rabu 7 Januari 2015.

Sejauh ini dari hasil evaluasi dan gerak tim di lapangan, sejumlah penyelam sekarang sudah bergerak ke titik baru yang berada tidak jauh dari lokasi temuan ekor pesawat milik QZ 8501.

"Saat ini penyelam sudah kita arahkan ke titik yang sudah kita pastikan sebagai ekor pesawat. Mereka akan memeriksa lebih jauh hasil temuan ini," kata Soelistyo.

Temuan ini bermula pada Rabu 7 Januari 2015 pukul 05.00 WIB, saat kapal Geo Survey yang menangkap pantulan objek dari dasar laut di sektor prioritas tambahan yang ada di area pencarian.

Objek itu diperkirakan berukuran 10x5x3 meter. Selanjutnya pada pukul 08.00 WIB dilakukan pendeteksian kembali dengan menggunakan Multibeam Echo Sounder untuk selanjutnya pada pukul 10.00 WIB diterjunkan ROV (remotely operated vehicle) untuk dilakukan pengambilan gambar.

Dari citra yang telah diambil, akhirnya pada pukul 10.30 WIB dipastikan bahwa objek keduabelas tersebut merupakan bagian dari patahan ekor pesawat milik AirAsia QZ 8501 di mana di citra objek terdapat tulisan 'Air' dan huruf X di bagian dinding.

"Operasi akan terus kami lakukan secara bertahap dan dengan langkah-langkah teratur," kata Soelistyo.

Hingga hari ke-11 pencarian atau pada Rabu 7 Januari 2015, sudah ada 40 jenazah yang berhasil terevakuasi. Hanya ada satu jenazah yang masih dalam proses perjalanan menuju Pangkalan Bun Kalimantan Tengah untuk selanjutnya diterbangkan ke Bandara Juanda Surabaya.

"Pencarian korban terus kami lakukan. Namun memang frekuensi temuannya sudah berkurang, jadi kami prioritaskan pencarian benda di bawah laut," kata Soelistyo.

Otoritas Bandara Juanda Ralat Pernyataan, Sebut Penerbangan AirAsia pada Minggu Ilegal

Otoritas Bandara Juanda Ralat Pernyataan, Sebut Penerbangan AirAsia pada Minggu Ilegal

Otoritas Bandara Juanda Ralat Pernyataan, Sebut Penerbangan AirAsia pada Minggu Ilegal
Otoritas Bandara Juanda Ralat Pernyataan, Sebut Penerbangan AirAsia pada Minggu Ilegal
Ekspodeday, JAKARTA — Kepala Otoritas Bandara Wilayah III Bandara Juanda Surabaya Praminto Hadi meralat pernyataannya yang menyebut penerbangan AirAsia pada Minggu adalah legal. Sebaliknya, ia mengatakan bahwa AirAsia tidak memiliki izin terbang pada hari Minggu.

"AirAsia tidak mengajukan perubahan izin terbang dari Sabtu ke Minggu kepada Dirjen Perhubungan Udara sehingga penerbangan Minggu ilegal," ujar Praminto di Kompleks Mapolda Jawa Timur, Senin (5/1/2014) sore.

Praminto meralat pernyataannya setelah melakukan koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara pada Senin siang.

Praminto tidak mau berkomentar lebih lanjut terkait izin terbang tersebut. Yang jelas, izin tersebut diajukan oleh maskapai penerbangan ke Dirjen Perhubungan Udara. Izin penerbangan ini diperbarui setiap enam bulan, bergantung pada musim.

"Nantilah saya bicara lagi. Yang jelas saya sampaikan ralat dulu," ujar dia.

Sebelumnya, Praminto mengatakan, AirAsia sudah melakukan semua prosedur yang dibutuhkan dalam mengajukan slot waktu penerbangan. Hal ini terkait penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura. Menurut dia, penerbangan AirAsia pada Minggu bukanlah ilegal, melainkan legal. (Baca: Otoritas Bandara Juanda Sebut Penerbangan AirAsia pada Hari Minggu Legal)

Pernyataannya ini bertolak belakang dengan tudingan Kementerian Perhubungan yang menyebutkan bahwa penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura pada hari Minggu ilegal.

Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Adapun pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata terbang pada Minggu 28 Desember 2014.

Pesawat Hantu, Apakah Air Asia QZ8501?

Pesawat Hantu, Apakah Air Asia QZ8501?

Pesawat Hantu, Apakah Air Asia QZ8501?
Pesawat Hantu, Apakah Air Asia QZ8501?
Ekspodeday, JAKARTA - Mantan menteri perhubungan Jusman Syafii Djamal menyebut mengenai pesawat hantu (ghost airplane) ketika membahas jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501. Istilah itu ia gunakan untuk menyebut pesawat yang terbang tanpa izin resmi.

Jusman menyoroti sanksi sementara berupa penutupan rute Surabaya-Singapura yang dikeluarkan kementerian perhubungan terhadap Air Asia. Karena, maskapai penerbangan itu dianggap melanggar persetujuan rute.

Air Asia disebut tak memiliki izin untuk terbang dengan rute Surabaya-Singapura pada Ahad. Izin diberikan hanya untuk empat hari, yakni Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Jusman pun meminta agar tata cara pemberian sanksi itu diperiksa dengan seksama. Apakah memang telah melalui penyelidikan yang mendalam.

"Apa Direktur Operasi Maskapai telah diperiksa ? Apa Kepala Bandara Juanda telah diperiksa ? Apa otoritas Bandara telah diperiksa ? Apa Slot Coordinator telah diperiksa ? Apa Direktur pemberi ijin rute juga telah diperiksa," ujarnya melalui akun facebook.

Menurutnya, proses itu merupakan sebuah mata rantai. Sehingga, tak mungkin ada pilot yang berani terbang jika tidak ada izin rute yang resmi.

Tak mungkin pula counter check in dan gate dibuka oleh manajer Bandara Juanda jika tidak ada izin slot yang resmi. Apalagi jika tidak ada clearance kelaikan udara dan clearance manifest dari otoritas penerbangan.

"ATC tak mungkin melayani adanya permintaan ijin take off dan landing pesawat tanpa ijin. Apalagi bandara yang dituju adalah Changi Singapura yang terkenal sangat ketat. Tak mungkin mereka mau menerima “pesawat hantu” yang angkut penumpang bertiket kalau tak berijin resmi," tulisnya.

Ia menyatakan, sulit untuk percaya kalau Bandara Changi mau menerima pesawat hantu mendarat di landas pacunya. Apalagi menyediakan gate dan membuka counter imigrasi jika pesawat Air Asia mendarat nantinya.

Terlebih, lanjutnya, Air Asia merupakan perusahaan publik yang terdaftar di pasar saham dengan GCG baku. Bahkan, perusahaan itu dikenal sebagai tempat kumpulan entrepreneur hebat berintegritas. 

Sehingga, ujar dia, sulit untuk dipercaya akan melakukan tindakan ilegal seperti itu. Dengan risiko, akan mengorbankan citra Air Asia yang menyandang nama negara Malaysia hanya untuk satu keuntungan kecil yang tak seberapa.

"Saya agak heran dan terus terang geleng kepala tak habis fikir. Apa benar begitu ? Apa tak terburu buru menjatuhkan sanksi pembekuan rute ? Kalau benar itu yang terjadi , ini disebut fenomena “Ghost Airplane”, pesawat terbang komersial yang diijinkan menjual tiket untuk terbang pada jadwal dihari minggu dan berhasil terbang tanpa kendala pada jam 5.30 wib, dengan didampingi oleh dokumen resmi, manifest, dan ijin penggunaan slot serta gate check dan counter di Bandara tentu sangat tidak lazim."

Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia Tak Terbatas Waktu

Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia Tak Terbatas Waktu

Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia Tak Terbatas Waktu
Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia Tak Terbatas Waktu
Ekspodeda, Jakarta - Tujuh hari sudah dilakukan untuk mencari dan melakukan evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia. Namun, tim gabungan yang dikomandoi oleh Basarnas belum menemukan letak pasti jatuhnya pesawat naas tersebut.

Sejauh ini, baru sejumlah serpihan, tas dan 30 jenazah yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan dengan menggunakan kapal maupun pesawat.

Sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo menetapkan waktu pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang sejak pukul 07.55 WIB, adalah tujuh hari. Tampaknya, waktu pencarian tersebut akan diperpanjang melihat hasil temuan tujuh hari ini.

Ketika ditanyakan batas waktu pencarian, Soelistyo tidak mengatakan batas waktu pastinya. Ia secara tidak langsung mengatakan bahwa tidak ada batas waktu untuk pencarian dan evakuasi Air Asia.

"Kita akan berusaha maksimal. Maksimal upaya kita evakuasi jenazah," jawab Soelistyo ketika ditanya perihal batas waktu pencarian, saat konferensi pers di kantor Pusat Basarnas, di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (3/1).

Seperti diketahui, pada pencarian hari ketujuh, tim gabungan gagal memfoto empat objek yang diduga badan pesawat AirAsia yang terletak di kedalaman 30 meter. Lantaran kuatnya arus bawah laut.

Selain itu, juga tidak dievakuasi kembali jenazah korban.

Pramugari Khairunisa Meningalkan Pesan Cinta Terakhir Untuk Kekasihnya, "I love You From 38000 ft"

Pramugari Khairunisa Meningalkan Pesan Cinta Terakhir Untuk Kekasihnya, "I love You From 38000 ft"

Pesan Cinta Terakhir Khairunisa
Pesan Cinta Terakhir Khairunisa
Ekspodeday, JAKARTA - Salah satu pramugari Air Asia QZ 8501, Khairunisa Haidar Fauzi (22), meninggalkan sebuah pesan cinta untuk kekasihnya dari ketinggian 38 ribu kaki.

Pesan cinta terakhir tersebut disampaikan Khairunisa melalui unggahan foto instagram terkhirnya. Khairunisa mengunggah sebuah foto pada secarik kertas berwarna coklat yang disandarkan di sebuah  jendela pesawat.

Di atas kertas tersebut Khairunisa menulis "I love You From 38000 ft".

Tulisan tersebut diketahui ditujukan Khairunisa untuk kekasihnya yang bernama Divo (22). Khairunisa selalu menyebut nama Divo di beberapa unggahan media sosialnya tersebut. Foto tersebut diduga diambil sebelum penerbangannya bersama Air Asia QZ8501.

Sebelumnya, identitas Kharunisa berhasil diidentifikasi tim DVI Polda Jatim dan diserahkan pada pihak keluarga pada Jumat (2/1) siang.

Identitas Khairunisa diketahui dari name tag dan seragam kru Air Asia yang masih melekat pada tubuhnya saat pertama kali ia ditemukan. Jenazah Khairunisa akan diterbangkan sore ini ke kampung halamannya di Palembang.

"Ini yang kami harapkan, jenazah Khairunisa dapat segera ditemukan" kata Ayah Khairunisa, Haidar Fauzi, dikutip ROL, Jumat (2/1).

Pilot Irwanda Merinding Saat Lihat Bayangan Mirip Pesawat di Laut

Pilot Irwanda Merinding Saat Lihat Bayangan Mirip Pesawat di Laut

Pilot Irwanda Merinding Saat Lihat Bayangan Mirip Pesawat di Laut
Pilot Irwanda Merinding Saat Lihat Bayangan Mirip Pesawat di Laut
Ekspodeday, Jakarta - Pilot pesawat Hercules TNI AU Kapten Pnb Irwanda merupakan yang pertama memberikan informasi mengenai penemuan bayangan seperti pesawat. Bayangan tersebut dilihat Irwanda di selatan Perairan Pangkalan Bun, dekat Teluk Air Hitam.

Penampakan bayangan pesawat terlihat dari pesawat Hercules A-1320 dalam pencarian hari ketiga pada Selasa (30/12/2014) lalu. Saat itu memang merupakan kali pertama serpihan dan jasad korban pesawat AirAsia QZ8501 terlihat melalui pencarian jalur udara yang dilakukan oleh TNI AU, yang kemudian dilanjutkan lewat jalur laut ke titik lokasi.

Bayangan pesawat warna gelap berkesan merah terbalik di dasar laut dilaporkan Irwanda berada dikoordinat 03.54.48.1 S dan 110.31.040 E. Irwanda kemudian melaporkan ke posko di Lanud Halim Perdakusuma sebagai base TNI AU dalam misi SAR ini yang kemudian melanjutkannya ke Basarnas.

"Saya lapor langsung ke posko. Tapi saya nggak bilang ke media, takutnya mata salah lihat dan buat gempar. Tapi kepala Basarnas kan sudah bilang sebelumnya ada penemuan bayangan seperti pesawat, itu atas laporan saya," ungkap Irwanda saat dikonfirmasi di Posko Base Ops Lanus Halim Perdanakusuma, Jumat (2/1/2015).

Menurut Irwanda, lokasi bayangan tersebut berada di dekat tempat pertama kali TNI AU menemukan jenazah pesawat AirAsia melalui pantauan udara. Posisi itu berada di selatan perairan Pangkalan Bun, dekat dengan Teluk Air Hitam.

"Bayangannya hitam gelap, nggak tahu itu ekor atau kepala. Tapi saya itu pegang Hercules dan Boeing, jadi tahu persis itu seperti bentuk pesawat. Sekitar jam 12.00 WIB waktu itu kami lihat, 2 jam kita putar-putar di area itu," kata Irwanda.

Dalam operasi pencarian yang membuahkan hasil besar tersebut, Hercules A-1320 berhasil menemukan beberapa barang dan serpihan pesawat AirAsia dan sesosok mayat menyusul temuan pesawat-pesawat TNI AU lainnya. Saat melihat bayangan itu, Irwanda mengaku hanya berani melihat sekali dan tidak lagi ingin melihatnya.

"Saya lihat ada bayangan, itu yang buat saya merinding. Saya nggak mau lihat lagi, saya kepikiran keluarga korban. Saya suruh observer melanjutkan untuk melihat dan saya fokus kemudikan pesawat," tutup Irwanda.

Pasukan AS Langsung Temukan 12 Jenazah Dengan Teknologi Lebih Canggih

Pasukan AS Langsung Temukan 12 Jenazah Dengan Teknologi Lebih Canggih

Pasukan AS Langsung Temukan 12 Jenazah Dengan Teknologi Lebih Canggih
Pasukan AS Langsung Temukan 12 Jenazah Dengan Teknologi Lebih Canggih
Ekspodeday, Pangkalan Bun - Hari ini, Jumat (2/1), tercatat total ada 14 jenazah yang berhasil ditemukan. Dari jumlah tersebut, 12 jenazah di antaranya ditemukan oleh pasukan dari Kapal Perang milik Angkatan Laut AS USS Sampson.

Delapan jenazah yang ditemukan oleh Angkatan Laut AS ini telah dievakuasi dengan Helikopter jenis Sea Hawk.

"Empat lagi menyusul," ujar Direktur Operasional Basarnas Lanud Iskandar Supriyadi. Lantas mengapa tim gabungan Basarnas "hanya" mampu mengevakuasi dua jenazah, di saat US Navy mampu mengevakuasi 12 jenazah?

Supriyadi sendiri mengakui bila ada kekurangan yang dimiliki oleh tim gabungan. Salah satunya adalah teknologi tim Indonesia yang dinilai kurang dibandingkan milik AS.

Dia menjelaskan, kapal perang AS memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni antara Heli dan kapal induk. Sehingga tim AL AS bisa melakukan pencarian yang terintegrasi dan cepat.

"Di saat heli dan kapal kita terhambat oleh cuaca," jelas Supriyadi.

Selain itu, faktor lainnya adalah daya jelajah heli Sea Hawk AS yang mampu terbang lama, dan memiliki kemampuan melihat obyek di atas laut yang lebih detail. "Makanya intinya adalah teknologi dan cuaca," ujarnya.

Meski demikian, Supriyadi menampik bila kinerja Basarnas kurang. Justru dia mengapresiasi seluruh pihak yang ikut bekerja.

"Ya memang terimakasih untuk AS yang mau membantu," lanjutnya.

Dia juga mengakui kelebihan yang dimiliki oleh armada AS ini. "Bukan sekedar mereka kebetulan lewat dan nemu jenazah," katanya lagi.

Heli Sea Hawk AS sendiri mampu mengangkut empat jenazah dalam sekali evakuasi.

Rute Indonesia - Singapura Jadi Mimpi Buruk, Pengakuan Pilot

Rute Indonesia - Singapura Jadi Mimpi Buruk, Pengakuan Pilot

Rute Indonesia - Singapura Jadi Mimpi Buruk, Pengakuan Pilot
Rute Indonesia - Singapura Jadi Mimpi Buruk, Pengakuan Pilot
Ekspodeday - Selain karena kondisi cuaca yang tidak stabil di langit Asia Tenggara yang membuat stres, para pilot juga dikhawatirkan dengan Sistem pengawasan lalu lintas udara (ATC) yang sudah ketinggalan zaman. Apalagi ditugasi menerbangkan pesawat rute Indonesia – Singapura. Salah satu buktinya adalah insiden AirAsia QZ8501 yang dinyatakan hilang sejak Minggu (28/12).

"Ada koridor-koridor penerbangan tertentu yang sudah kelewat menekan karena sibuknya lalu lintas terbang," kata seorang mantan pilot Singapore Airlines (SIA) yang berpengalaman selama satu dekade bersama maskapai Singapura ini.

"Salah satu dari koridor itu adalah pastinya rute Indonesia – Singapura yang dioperasikan oleh banyak perusahaan dan tipe pesawat dengan jenis ketinggian dan kecepatan berbeda-beda."

Para pilot menyebut situasi itu telah menghadirkan mimpi buruk  bagi ATC-ATC di Asia Tenggara, khususnya di luar bandara-bandara supercanggih seperti Singapura.

"Karena maskapai-maskapai semakin berjubel, maka ATC menjadi lebih lama berkoordinasi dan dalam memberikan izin untuk hal-hal seperti permintaan menaikkan ketinggian terbang dan penghindaran cuaca (buruk)," kata mantan pilot SIA itu.

Ini bisa menjadi sangat genting bagi kawasan di mana kondisi cuaca bisa berubah dengan sangat cepat, saat angin kencang dan badai petir tropis menghadirkan tantangan berat yang mesti dihadapi para pilot setiap waktu.

Sirkumtansi di seputar jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 belumlah diketahui, namun para penyelidik dan bos AirAsia Tony Fernandes sudah telanjur menyalahkan kondisi cuaca yang berubah cepat adalah faktor utama kecelakaan.

Asosiasi Maskapai Asia Pasifik (AAPA) mengatakan bulan lalu bahwa saat maskapai-maskapai ramai-ramai berinvetasi besar-besaran pada pesawat-pesawat hemat bahan bakar demi mengatasi meningkatnya beban operasional, ada keperihatinan yang terus meningkat mengenai perlunya juga berinvestasi pada infrastruktur terkait seperti terminal bandara, landas pacu dan layanan navigasi udara

Bupati: Tidak Ada Hiburan, Kembang Api, dan Mercon Tahun Baru di Pangkalan Bun

Bupati: Tidak Ada Hiburan, Kembang Api, dan Mercon Tahun Baru di Pangkalan Bun

Tidak Ada Hiburan, Kembang Api, dan Mercon Tahun Baru di Pangkalan Bun
Tidak Ada Hiburan, Kembang Api, dan Mercon Tahun Baru di Pangkalan Bun
Ekspodeday, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar mengaku telah menginstruksikan warganya agar tidak ada kegiatan hingar-bingar pada saat perayaan malam pergantian tahun nanti. Sebab, saat ini seluruh wilayah Indonesia tengah berduka atas insiden hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 yang memakan banyak korban.

"Doa bersama nanti malam. Saya sudah instruksikan untuk tiadakan acara hiburan dan kembang api," kata Ujang, Rabu (31/12/2014).

Kegiatan doa bersama ini rencananya akan digelar bersama dengan sejumlah pemuka lintas agama di kawasan Bundaran Pancasila. Sedianya, di lokasi tersebut rencananya akan dilangsungkan kegiatan panggung hiburan rakyat untuk menyambut malam pergantian tahun baru.

"Tidak ada hiburan, kembang api dan mercon. Bersama pemuka lintas agama kita akan berkumpul bersama sekitar pukul 22.00 WIB untuk memanjatkan doa," ujarnya.

Sebagai informasi, Pangkalan Bun yang merupakan ibu kota Kotawaringin Barat digunakan sebagai posko pencarian dan pengangkutan jenazah penumpang dan awak pesawat, serta serpihan AirAsia QZ8501. Jenazah akan dibawa ke Pangkalan Bun terlebih dulu dari KRI Bung Tomo yang berada di Selat Karimata, yang kemudian akan diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur.

Hingga hari keempat pencarian, tim gabungan yang dipimpin Badan SAR Nasional sudah menemukan tujuh jenazah dan telah mengangkatnya dari perairan. Tapi baru dua jenazah yang sudah diterbangkan ke Surabaya.

Rencananya, di Surabaya, akan dilakukan proses identifikasi oleh 25 dokter forensik dari tim Disaster Victim Identification Mabes Polri. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem (data jenazah sebelum meninggal) dan data postmortem (data jenazah setelah meninggal).

Awan Cumulonimbus Liputi Lokasi Evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501

Awan Cumulonimbus Liputi Lokasi Evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501

Awan Cumulonimbus Liputi Lokasi Evakuasi Pesawat AirAsia
Awan Cumulonimbus Liputi Lokasi Evakuasi Pesawat AirAsia
Ekspodeday, Pangkalan Bun - Lokasi titik evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501 yang berada di 90 mil laut bagian barat daya Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, saat ini kembali diliputi awan Cumulonimbus (CB). Badan Meteoroligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menilai kondisi tersebut dapat membahayakan proses evakuasi pesawat.

"Ini bisa jadi kendala untuk pencarian. Banyak sekali sel-sel awan CB mengarah ke daratan," ujar Kepala Kantor BMKG Lanud Iskandar Pangkalan Bun Lukman Soleh, saat briefing di Posko Utama Pencarian AirAsia Lanud Pangkalan Bun, Rabu (31/12/2014).

Menurut Lukman, BMKG memperkirakan tinggi awan CB sejauh 300 meter dari permukaan laut, dan sejauh 15 kilometer dari atas awan. Meski demikian, Lukman mengatakan, awan CB tersebut diperkirakan akan bergerak terus ke arah utara. Diharapakan, pergerakan awan dapat semakin cepat, seiring pergerakan arah angin.

Sebelumnya, BMKG pernah memberikan penjelasan terkait cuaca disepanjang rute yang dilalui Pesawat AirAsia yang hilang kontak dengan menara pengendali penerbangan, pada Minggu (28/12/2014). Menurut BMKG, saat pesawat melintas di wilayah perairan antara Belitung dan Kalimantan, terdapat awan tebal berjenis cumulonimbus di sekitar rute pesawat.
Namun, hingga saat ini belum ada pihak yang membenarkan hilangnya kontak pesawat tersebut akibat terganggu oleh awan CB.

Selain itu, BMKG memperkirakan arah angin di sekitar lokasi evakuasi bergerak dengan kecepatan 25 knott dari arah Barat ke Utara. Kemudian, untuk tinggi gelombang, BMKG memperkirakan rata-rata tinggi ombak setinggi 2 meter.

Sementara itu, pengiriman tim evakuasi yang terdiri dari kru penerbang dan penyelam di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, masih menunggu perubahan kondisi cuaca. Sebelumnya, hujan deras dan awan gelap sudah meliputi Bandara Sultan Iskandar Muda sejak Rabu pagi.

Foto Koper Kargo AirAsia QZ8501 yang Dievakuasi(AirAsia ditemukan)

Foto Koper Kargo AirAsia QZ8501 yang Dievakuasi(AirAsia ditemukan)

Foto Koper Kargo AirAsia QZ8501 yang Dievakuasi
Foto Koper Kargo AirAsia QZ8501 yang Dievakuasi
Ekspodeday, Jakarta - Hercules TNI AU kembali menemukan serpihan pesawat AirAsia QZ8501. Selain itu, ditemukan pula kargo yang dibawa pesawat tersebut. Berikut penampakannya.

Kargo yang dievakuasi seperti koper ukuran sedang beroda berwarna biru, tabung oksigen dan barang seperti jaring atau parasut. Penemuan kargo ini dikonfirmasi kopilot pesawat Hercules TNI AU Lettu Galang di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2014).

"Kami menemukan pecahan dan kargo yang masih utuh dalam kondisi 65%," kata Galang.

Lettu Galang menemukan kargo tersebut di antara perairan Ketapang dan perairan Pelabuhan Bun. Kargo tersebut masih lengkap dengan jaring net kargo.

"Ditemukannya di 100 mil dari titik pencarian awal," ujarnya.

Jalan menuturkan cuaca masih baik saat penemuan kargo tersebut. Arus laut juga dalam kondisi baik.

Kapten Irianto Sosok Pilot Air Asia QZ8501 Yang Cerdas Menurut Danlanud

Kapten Irianto Sosok Pilot Air Asia QZ8501 Yang Cerdas Menurut Danlanud

Kapten Irianto Sosok Pilot Air Asia QZ8501 Yang Cerdas Menurut Danlanud
Kapten Irianto Sosok Pilot Air Asia QZ850
Ekspodeday SLEMAN - Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta Marsekal Pertama Yadi I Sutanadika menilai Kapten Pilot Irianto, pilot pesawat Air Asia QZ 8501 yang hilang dari pantauan radar dalam penerbangan Surabaya-Singapura pada Ahad (28/12) merupakan sosok pilot yang cerdas.

"Kapten Irianto merupakan pilot yang cerdas, beliau adalah mantan pilot pesawat tempur TNI AU," kata Yadi I Sutanadika di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, sebelum memilih profesi sebagai pilot pesawat komersil, Kapten Irianto merupakan penerbang pesawat tempur F-5 Tiger milik TNI AU. Kapten Irianto telah beberapa kali ikut berbagai macam operasi di Indonesia.

Ia mengatakan bagi para pejabat militer di lingkungan TNI AU, sosok Kapten Pilot Irianto bukan merupakan sosok yang asing. Pada 1983 Irianto merupakan Siswa Sekolah Penerbangan (Sekbang) TNI AU angkatan 30 melalui Ikatan Dinas Pendek (IDP) di Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

Bahkan, kata dia, Kapten Irianto tercatat sebagai satu-satunya lulusan IDP yang lolos tugas di satuan tempur TNI AU. Pilot Irianto dikenal sebagai salah satu 'Flight Leader' pesawat tempur jenis F-5 Tiger yang menjadi andalan tempur udara pada era 1980-an.

Yadi mengatakan dirinya yang merupakan adik kelas Kapten Irianto banyak mendapat pengarahan dan pengajaran untuk menerbangkan pesawat tempur dari Kapten Irianto. "Kami pernah bertugas bersama di 'Home Base' Pesawat F-5 Skuadron Udara 14 Lanud Iswahyudi Madiun pada 1988-1989," katanya.

Ia mengatakan, dengan memiliki 2.500 jam terbang di militer serta 1.000 jam terbang bersama F-5 Tiger, kemampuan terbang Kapten Irianto sudah tidak diragukan lagi, terlebih Irianto pernah melaksanakan tugas berbagai macam operasi di Indonesia.

"Namun Kapten Irianto memutuskan untuk tidak melanjutkan karier di militer, setelah masa IDP berakhir pada 1994 dengan pangkat terakhir Lettu Penerbang. Irianto memilih menjadi penerbang pesawat komersil," katanya.

Pencarian Air Asia Tim Basarnas Tangkap Sinyal Pesawat Diduga Air Asia di Lokasi Ini

Pencarian Air Asia Tim Basarnas Tangkap Sinyal Pesawat Diduga Air Asia di Lokasi Ini

Pencarian Air Asia Tim Basarnas Tangkap Sinyal Pesawat
Pencarian Air Asia Tim Basarnas Tangkap Sinyal Pesawat
Ekspodeday, SUNGAI RAYA - Pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura yang hilang kontak (lost contact) pada Ahad (28/12) sekitar pukul 06.17 WIB masih terus dilakukan oleh Basarnas Pontianak, meski proses pencarian terhambat oleh cuaca buruk.

"Posko SAR Pontianak yang dibantu oleh Basarnas Pontianak, Kodam XII/TPR dan Polda Kalbar serta Kantor Cabang Angkasa Pura II Bandara Supadio mengerahkan kekuatan laut dan udara untuk mencari keberadaan pesawat AirAsia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura yang hilang kontak (lost contact) kemarin," kata Kasubsi Basarnas Pontianak, Yulius di Sungai Raya, Senin.

Dia menjelaskan, sampai hari ini, pencarian terus dilakukan dari sisi laut dan udara dengan dibantu oleh TNI AU Lanud Supadio, Kodam XII Tanjungpura dan Polairud Kalbar. Menurut dia hingga Senin siang pihaknya masih memfokuskan pencarian pesawat AirAsia tersebut pada sekitar 75 mil dari Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Pasalnya sejak kemarin, pihaknya menangkap 'beacons signal' yang dipancarkan pesawat berada pada titik 03.22.15S-109.41.28E. "Pencarian masih terus kita lakukan melalui laut dan udara, dimana pada kekuatan udara kita dibantu dengan Helly Puma HT 3310, Pesawat Boeing 737-200, Pesawat King Air B200 GT dan Helly Bell TNI AD. Sedangkan dari sisi Laut, pencarian dilakukan dengan Rescue Boat 214, RIB Pontianak dan RIB Ketapang," tuturnya.

Namun, pencarian itu menjadi sedikit sulit karena kondisi cuaca yang benar-benar tidak bersahabat. Sejak pukul 09.15, kondisi di Lanud Supadio Pontianak, tempat didirikannya posko pencarian AirAsia, hingga sore ini terus diguyur hujan. Demikian dengan lokasi pencarian yang ditetapkan oleh Basarnas juga mengalami kondisi yang tidak bersahabat.

"Curah hujan cukup tinggi dan angin dengan kecepatan tinggi masih menjadi penghambat pencarian kita. Namun, pencarian akan terus dilakukan, tentu dengan memperhatikan aspek keselamatan tim pencari mengingat kondisi cuaca yang benar-benar tidak bersahabat," katanya.

Menurut dia, pencarian pesawat ini akan terus dilakukan hingga ada tanda-tanda atau ditemukan lokasi keberadaan pesawat tersebut. Bahkan, pihaknya siap melakukan pencarian dengan operasi yang tidak terbatas waktu," katanya.

AirAsia Jatuh, Tony Fernandes Langsung ke Surabaya

AirAsia Jatuh, Tony Fernandes Langsung ke Surabaya

AirAsia Jatuh, Tony Fernandes Langsung ke Surabaya
AirAsia Jatuh, Tony Fernandes Langsung ke Surabaya
JAKARTA – Pemilik AirAsia, Tony Fernandes, tidak tinggal diam menyikapi pesawat perusahaannya yang dikabarkan jatuh. Dia langsung terbang menuju Surabaya, kota asal mayoritas penumpangnya yang menggunakan AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501.

“Dalam perjalanan ke Surabaya, dimana kebanyakan penumpang berasal,” jelas Tony dalam cuitan twitternya, Ahad (28/12). Tujuan utamanya adalah untuk menghimpun informasi sebanyak-banyaknya terkait dengan pesawat tersebut

Sebelumnya diberitakan melalui akun resmi Facebook Air Asia pada pukul 10.41 WIB dituliskan "AirAsia Indonesia menyesal harus memberi konfirmasi bahwa QZ8501 dari Surabaya ke Singapura telah hilang kontak pada pukul 07.24 pagi ini." "Saat ini kami belum memiliki informasi lebih lanjut tentang status para penumpang dan awak pesawat, tapi kami akan terus memberikan kabar seketika kabar itu tersedia."

CEO Air Asia Tony Fernandes melalui akun twitternya pun mengajak seluruh masyarakat tetap kuat atas peristiwa hilangnya pesawatnya bernomor penerbangan QZ8501 rute penerbangan Surabaya--Singapura. "Kami akan segera memberikan pernyataan lain. Terima kasih atas semua pemikiran dan doa, kita harus harus tetap kuat," tulisnya melalui akun resminya di Twitter pukul 11:54 WIB.

AirAsia telah membuatkan layanan telpon darurat yang tersedia bagi keluarga atau kawan mereka yang menjadi penumpang dan awak di dalam pesawat. Nomor yang bisa dihubungi adalah: +622129850801.
AirAsia akan merilis informasi lebih lanjut seketika kabar itu tersedia. Perkembangan terbaru juga akan ditampilkan di laman resmi AirAsia, www.airasia.com.

Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri Akhibar Cuaca Buruk

Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri Akhibar Cuaca Buruk
Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri Akhibar Cuaca Buruk

Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri Akhibar Cuaca Buruk

JAKARTA - Beberapa spekulasi mulai mencuat mengenai hilangnya pesawat AirAsia jenis A320. Pesawat yang hilang kontak 8 menit usai terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12) pagi itu dikabarkan kekurangan bahan bakar.

Namun kabar tersebut dibantah oleh Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo saat menggelar jumpa pers di Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang. Ia menegaskan bahwa pesawat AirAsia berkondisi layak terbang.

"Pesawat jelas baik, nggak benar itu (kehabisan bahan bakar)," jelasnya. 

Menurutnya, sebelum hilang kontak cuaca sempat tidak bersahabat. Hal itu diperkuat dengan pilot yang meminta pindah posisi untuk menghindari awan tebal.

Di mana kontak terakhir antara ATC terjadi pada 6.12 menit, ketika pilot minta bergeser ke sebelah kiri dan minta naik ke ketinggian 38 ribu kaki.

"Cuaca di sana memang sedang tidak baik, kenapa pilot minta life track ke kiri untuk menghindari awan. Posisi cuaca di daerah itu sedang tidak baik," katanya. (chi/jpnn)
 
Copyright © 2014. Ekspodeday - All Rights Reserved | Template - Maskolis Modif by Leony Li
Proudly powered by Blogger