Sudah 42 Hari, Seragam Pilot Masih Melekat di Jenazah

Sudah 42 Hari, Seragam Pilot Masih Melekat di Jenazah

Sudah 42 Hari, Seragam Pilot Masih Melekat di Jenazah
Sudah 42 Hari, Seragam Pilot Masih Melekat di Jenazah
Ekspodeday, Jakarta - Kepala Basarnas Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo menyebutkan telah menerima laporan temuan dua jenazah pilot pesawat Air Asia QZ8501. Dua jenazah tersebut ditemukan pada Jumat petang (6/2).

Soelistyo meyakini jenazah yang ditemukan di hari pencarian ke-42 itu merupakan pilot pesawat naas yang jatuh pada 28 Desember 2014 lalu. Karena, dua jenazah tersebut ditemukan di kursi kokpit pesawat. Selain itu, bukti lain yang menguatkan adalah seragam yang masih melekat di jenazah.

”Tapi baru satu jenazah yang berhasil kita evakuasi,” ungkapnya saat dihubungi  kemarin (7/2). Satu jenazah lainnya masih belum berhasil diangkat hingga Sabtu petang kemarin.

Hal itu disebabkan tingginya gelombang di selat Karimata yang mencapai 3-4 meter. ”Selain itu, arus bawah laut juga cukup kencang sampai 5 knot. Itu menyebabkan penyelam kita kesulitan untuk evakuasi,” urai pria kelahiran Jogjakarta itu.

Dari satu jenazah di kokpit yang berhasil diangkat, Soelistyo masih belum bisa memastikan identitasnya. Ia tidak bisa menyebut apakah jenazah itu merupakan jenazah Kapten pilot, Iriyanto atau ko-pilot Remy Plesel. ”Nanti itu tim DVI yang memastikan,” ujarnya.

Jenderal bintang tiga itu mengatakan, saat ini satu jenazah tersebut berada di KN Pacitan. Ada enam jenazah lainnya yang juga tengah berada di kapal milik Basarnas itu. ”Empat ditemukan Jumat, salah satunya jenazah pilot. Tiga lainnya hari ini (kemarin),” tuturnya.

Rencananya, ketujuh jenazah tersebut akan dijemput dengan KN Jakarta untuk dibawa menuju Teluk Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, hari ini. Selanjutnya, jenazah akan langsung diantarkan menuju RSUD Imanudin untuk kemudian di bersihkan dan dimasukkan dalam peti jenazah. ”Besok siang, langsung diterbangkan ke Surabaya dengan pesawat kargo yang di siapkan oleh AirAsia,” jelasnya.

Dengan tambahan 7 jenazah, total jenazah korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 100 jenazah. Jumlah tersebut sudah ditambahkan dengan jenazah yang berhasil ditemukan di perairan Sulawesi Barat.

Terkait rencana pengangkatan kokpit dan badan pesawat, Soelistyo masih belum bisa memastikan. Ia menekankan bahwa fokus tim Basarnas gabungan masih untuk mencari jenazah penumpang pesawat buatan Prancis itu. ”Karena itu pula operasi masih kita perpanjang,” tandasnya.

Di sisi lain, ekor dan serpihan pesawat Air Asia telah diterbangkan menuju Jakarta kemarin. Seluruh bagian pesawat tersebut akan langsung diserahkan pada pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ini Detik-Detik Akhir AirAsia QZ8501 Jatuh Ke Laut

Ini Detik-Detik Akhir AirAsia QZ8501 Jatuh Ke Laut

Ini Detik-Detik Akhir AirAsia QZ8501 Jatuh Ke Laut
Ini Detik-Detik Akhir AirAsia QZ8501 Jatuh Ke Laut
Ekspodeday, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi melaporkan rekaman data penerbangan memberikan gambaran cukup jelas detik-detik terakhir pesawat AirAsia QZ 8501 yang mengangkut 162 penumpang dan kru pesawat menjelang jatuh di perairan Selat Karimata.

Pilot AirAsia QZ8501 sempat meminta izin naik ke ketinggian 38.000 kaki dari 32.000 kaki saat pesawat diadang awan badai dengan puncaknya mencapai 44.000 kaki. Namun, pemandu lalu lintas udara yang berbasis di Jakarta memberi izin AirAsia QZ8501 naik 34.000 kaki.

Saat berada di 32.000 kaki, pesawat AirAsia QZ8501 yang miring ke kiri tiba-tiba naik 37.400 kaki dalam waktu sekitar 30 detik dan diduga mengalami stall. Stall adalah kondisi di mana pesawat AirAsia QZ8501 tiba-tiba mengalami kehilangan daya angkat, sehingga berbalik turun.

Tak lama kemudian pesawat AirAsia QZ8501 turun ke 32.000 kaki hanya dalam waktu 30 detik yang kemudian jatuh ke laut.

Berikut ini detik-detik AirAsia QZ8501 mengalami stall berdasarkan rekaman data penerbangan:

Pukul 06.12 WIB:

Pilot meminta izin ke pemandu lalu lintas udara di Jakarta untuk kemungkinan bisa menaikkan pesawat AirAsia QZ8501 dari 32.000 kaki menjadi 38.000 kaki. Pemandu di Jakarta meminta AirAsia QZ 8501 stand by.

Pukul 06.16 WIB:

Pemandu di Jakarta memberi izin AirAsia QZ 8501 naik ke ketinggian 34.000 kaki, tetapi tidak ada respons balasan dari QZ 8501.

Pukul 06.17 WIB:

Petugas pemandu lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat AirAsia QZ8501 dan mencoba menghubungi selama delapan kali.

Pukul 06.17.09 WIB:

Pesawat AirAsia QZ8501 menanjak dengan kecepatan 300 kaki dalam enam detik.

Pukul 06.17.24 WIB:

Pesawat AirAsia QZ8501 terus menanjak. Dalam waktu enam detik ketinggian bertambah 1.700 kaki.

Pukul 06.17.41 WIB:

Pesawat AirAsia QZ8501 mencapai ketinggian jelajah 36.300 kaki.

Pukul 06.17.54 WIB:

Pesawat AirAsia QZ 8501 akhirnya mencapai puncak ketinggian 37.600 kaki sebelum akhirnya mengalami stall. Pesawat itu kehilangan daya angkat dan langsung turun (lihat foto).

Lalu setelah turun pada ketinggian 32.000 kaki, posisi pesawat AirAsia QZ8501 turun dengan perlahan, dan jatuh ke laut dengan indikasi posisi bagian ekor terlebih dahulu menyentuh air.

Pukul 06.20 WIB:


Flight data recorder dan cockpit voice recorder (kotak hitam) pesawat AirAsia QZ8501 berhenti merekam data penerbangan.

Fakta seputar jatuhnya AirAsia QZ8501 yang diungkap KNKT

Fakta seputar jatuhnya AirAsia QZ8501 yang diungkap KNKT

Fakta seputar jatuhnya AirAsia QZ8501 yang diungkap KNKT
Fakta seputar jatuhnya AirAsia QZ8501 yang diungkap KNKT
Ekspodeday - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan preliminary report (laporan awal) kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Laporan tersebut memuat sejumlah data faktual awal terkait penerbangan pesawat itu dari Bandara Juanda Surabaya menuju Singapura.

Laporan dibuat berdasarkan hasil analisa terhadap black box yang terdiri dari Flight Data Recorder (FDR), Cockpit Voice Recorder (CVR), dan rekaman percakapan pilot dengan Air Traffic Controller (ATC).

"Satu-satunya tujuan penyelidikan safety adalah untuk meningkatkan keamanan transportasi," ujar Ketua Tim Investigasi AirAsia QZ8501 Mardjono di gedung KNKT, Jakarta, Kamis (29/1).

Mardjono mengatakan data faktual tersebut menjadi patokan bagi tim investigasi untuk mengembangkan penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan data yang tercantum akan mengalami perkembangan seiring berjalannya investigasi.

"Informasi dalam laporan ini telah dicermati dan dikembangkan masak-masak," kata dia.

Sejumlah fakta diungkapkan KNKT terkait penerbangan QZ8501. Mulai dari persiapan hingga lepas landas dan sesaat sebelum jatuh di Selat Karimata.

Lubang Misterius Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Air Asia

Lubang Misterius Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Air Asia

Lubang Misterius Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Air Asia
Lubang Misterius Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Air Asia
Ekspodeday, Pangkalan Bun – Sebuah lubang berukuran besar ditemukan dilokasi jatuhnya pesawat Air Asia QZ5801. Lokasinya hanya berjarak 1,9 mil dari ekor pesawat yang membawa 155 orang tersebut.

Tim penyelam SAR menduga lubang misterius tersebut tercipta akibat benturan moncong pesawat.

Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Sulistyo mengatakan, lubang yang ditemukan berukuran cukup besar di dasar laut yang berjarak sekitar 1,9 mil dari lokasi ditemukannya ekor AirAsia.

“Penyelam menemukan lubang misterius di dasar laut dalam kondisi telah tertutup tanah baru bercampur lumpur,” kata Soelistyo, Minggu malam, 11 Januari 2015.

Lubang besar itu diduga tercipta karena benturan beras dengan bagian depan pesawat Air Asia QZ 8501.

“Tertutup bukan oleh karang, jadi itu diduga memang lubang baru,” ujarnya.

Lubang ditemukan secara tak sengaja oleh penyelam TNI AL saat tengah mencari lokasi pinger black box (kotak hitam) dan lokasi sayap serta badan AirAsia yang sebelumnya terdeteksi alat sonar dari Kapal Baruna Jaya.

Kronologi Penemuan Ekor Pesawat AirAsia QZ8501

Kronologi Penemuan Ekor Pesawat AirAsia QZ8501

Penemuan Ekor Pesawat AirAsia QZ8501
Penemuan Ekor Pesawat AirAsia QZ8501
Ekspodeday, Pangkalan Bun - Penemuan bagian ekor pesawat AirAsia QZ 8501 oleh tim SAR Gabungan di perairan laut Selat Karimata menjadi temuan menggembirakan. Hasil itu menjadi objek besar ke-12 dari total temuan yang telah diungkap oleh tim pencari.

"Hari ini kita sukses mendapatkan bagian pokok pesawat AirAsia QZ 8501. Temuan ini menjadi objek ke-12 yang telah berhasil ditemukan tim," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo di Kantor Basarnas, Jakarta, Rabu 7 Januari 2015.

Sejauh ini dari hasil evaluasi dan gerak tim di lapangan, sejumlah penyelam sekarang sudah bergerak ke titik baru yang berada tidak jauh dari lokasi temuan ekor pesawat milik QZ 8501.

"Saat ini penyelam sudah kita arahkan ke titik yang sudah kita pastikan sebagai ekor pesawat. Mereka akan memeriksa lebih jauh hasil temuan ini," kata Soelistyo.

Temuan ini bermula pada Rabu 7 Januari 2015 pukul 05.00 WIB, saat kapal Geo Survey yang menangkap pantulan objek dari dasar laut di sektor prioritas tambahan yang ada di area pencarian.

Objek itu diperkirakan berukuran 10x5x3 meter. Selanjutnya pada pukul 08.00 WIB dilakukan pendeteksian kembali dengan menggunakan Multibeam Echo Sounder untuk selanjutnya pada pukul 10.00 WIB diterjunkan ROV (remotely operated vehicle) untuk dilakukan pengambilan gambar.

Dari citra yang telah diambil, akhirnya pada pukul 10.30 WIB dipastikan bahwa objek keduabelas tersebut merupakan bagian dari patahan ekor pesawat milik AirAsia QZ 8501 di mana di citra objek terdapat tulisan 'Air' dan huruf X di bagian dinding.

"Operasi akan terus kami lakukan secara bertahap dan dengan langkah-langkah teratur," kata Soelistyo.

Hingga hari ke-11 pencarian atau pada Rabu 7 Januari 2015, sudah ada 40 jenazah yang berhasil terevakuasi. Hanya ada satu jenazah yang masih dalam proses perjalanan menuju Pangkalan Bun Kalimantan Tengah untuk selanjutnya diterbangkan ke Bandara Juanda Surabaya.

"Pencarian korban terus kami lakukan. Namun memang frekuensi temuannya sudah berkurang, jadi kami prioritaskan pencarian benda di bawah laut," kata Soelistyo.

Pesawat Hantu, Apakah Air Asia QZ8501?

Pesawat Hantu, Apakah Air Asia QZ8501?

Pesawat Hantu, Apakah Air Asia QZ8501?
Pesawat Hantu, Apakah Air Asia QZ8501?
Ekspodeday, JAKARTA - Mantan menteri perhubungan Jusman Syafii Djamal menyebut mengenai pesawat hantu (ghost airplane) ketika membahas jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501. Istilah itu ia gunakan untuk menyebut pesawat yang terbang tanpa izin resmi.

Jusman menyoroti sanksi sementara berupa penutupan rute Surabaya-Singapura yang dikeluarkan kementerian perhubungan terhadap Air Asia. Karena, maskapai penerbangan itu dianggap melanggar persetujuan rute.

Air Asia disebut tak memiliki izin untuk terbang dengan rute Surabaya-Singapura pada Ahad. Izin diberikan hanya untuk empat hari, yakni Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Jusman pun meminta agar tata cara pemberian sanksi itu diperiksa dengan seksama. Apakah memang telah melalui penyelidikan yang mendalam.

"Apa Direktur Operasi Maskapai telah diperiksa ? Apa Kepala Bandara Juanda telah diperiksa ? Apa otoritas Bandara telah diperiksa ? Apa Slot Coordinator telah diperiksa ? Apa Direktur pemberi ijin rute juga telah diperiksa," ujarnya melalui akun facebook.

Menurutnya, proses itu merupakan sebuah mata rantai. Sehingga, tak mungkin ada pilot yang berani terbang jika tidak ada izin rute yang resmi.

Tak mungkin pula counter check in dan gate dibuka oleh manajer Bandara Juanda jika tidak ada izin slot yang resmi. Apalagi jika tidak ada clearance kelaikan udara dan clearance manifest dari otoritas penerbangan.

"ATC tak mungkin melayani adanya permintaan ijin take off dan landing pesawat tanpa ijin. Apalagi bandara yang dituju adalah Changi Singapura yang terkenal sangat ketat. Tak mungkin mereka mau menerima “pesawat hantu” yang angkut penumpang bertiket kalau tak berijin resmi," tulisnya.

Ia menyatakan, sulit untuk percaya kalau Bandara Changi mau menerima pesawat hantu mendarat di landas pacunya. Apalagi menyediakan gate dan membuka counter imigrasi jika pesawat Air Asia mendarat nantinya.

Terlebih, lanjutnya, Air Asia merupakan perusahaan publik yang terdaftar di pasar saham dengan GCG baku. Bahkan, perusahaan itu dikenal sebagai tempat kumpulan entrepreneur hebat berintegritas. 

Sehingga, ujar dia, sulit untuk dipercaya akan melakukan tindakan ilegal seperti itu. Dengan risiko, akan mengorbankan citra Air Asia yang menyandang nama negara Malaysia hanya untuk satu keuntungan kecil yang tak seberapa.

"Saya agak heran dan terus terang geleng kepala tak habis fikir. Apa benar begitu ? Apa tak terburu buru menjatuhkan sanksi pembekuan rute ? Kalau benar itu yang terjadi , ini disebut fenomena “Ghost Airplane”, pesawat terbang komersial yang diijinkan menjual tiket untuk terbang pada jadwal dihari minggu dan berhasil terbang tanpa kendala pada jam 5.30 wib, dengan didampingi oleh dokumen resmi, manifest, dan ijin penggunaan slot serta gate check dan counter di Bandara tentu sangat tidak lazim."

Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia Tak Terbatas Waktu

Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia Tak Terbatas Waktu

Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia Tak Terbatas Waktu
Pencarian dan Evakuasi Pesawat AirAsia Tak Terbatas Waktu
Ekspodeda, Jakarta - Tujuh hari sudah dilakukan untuk mencari dan melakukan evakuasi korban jatuhnya pesawat AirAsia. Namun, tim gabungan yang dikomandoi oleh Basarnas belum menemukan letak pasti jatuhnya pesawat naas tersebut.

Sejauh ini, baru sejumlah serpihan, tas dan 30 jenazah yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan dengan menggunakan kapal maupun pesawat.

Sebelumnya, Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo menetapkan waktu pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang sejak pukul 07.55 WIB, adalah tujuh hari. Tampaknya, waktu pencarian tersebut akan diperpanjang melihat hasil temuan tujuh hari ini.

Ketika ditanyakan batas waktu pencarian, Soelistyo tidak mengatakan batas waktu pastinya. Ia secara tidak langsung mengatakan bahwa tidak ada batas waktu untuk pencarian dan evakuasi Air Asia.

"Kita akan berusaha maksimal. Maksimal upaya kita evakuasi jenazah," jawab Soelistyo ketika ditanya perihal batas waktu pencarian, saat konferensi pers di kantor Pusat Basarnas, di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (3/1).

Seperti diketahui, pada pencarian hari ketujuh, tim gabungan gagal memfoto empat objek yang diduga badan pesawat AirAsia yang terletak di kedalaman 30 meter. Lantaran kuatnya arus bawah laut.

Selain itu, juga tidak dievakuasi kembali jenazah korban.

Awan Cumulonimbus Liputi Lokasi Evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501

Awan Cumulonimbus Liputi Lokasi Evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501

Awan Cumulonimbus Liputi Lokasi Evakuasi Pesawat AirAsia
Awan Cumulonimbus Liputi Lokasi Evakuasi Pesawat AirAsia
Ekspodeday, Pangkalan Bun - Lokasi titik evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501 yang berada di 90 mil laut bagian barat daya Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, saat ini kembali diliputi awan Cumulonimbus (CB). Badan Meteoroligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menilai kondisi tersebut dapat membahayakan proses evakuasi pesawat.

"Ini bisa jadi kendala untuk pencarian. Banyak sekali sel-sel awan CB mengarah ke daratan," ujar Kepala Kantor BMKG Lanud Iskandar Pangkalan Bun Lukman Soleh, saat briefing di Posko Utama Pencarian AirAsia Lanud Pangkalan Bun, Rabu (31/12/2014).

Menurut Lukman, BMKG memperkirakan tinggi awan CB sejauh 300 meter dari permukaan laut, dan sejauh 15 kilometer dari atas awan. Meski demikian, Lukman mengatakan, awan CB tersebut diperkirakan akan bergerak terus ke arah utara. Diharapakan, pergerakan awan dapat semakin cepat, seiring pergerakan arah angin.

Sebelumnya, BMKG pernah memberikan penjelasan terkait cuaca disepanjang rute yang dilalui Pesawat AirAsia yang hilang kontak dengan menara pengendali penerbangan, pada Minggu (28/12/2014). Menurut BMKG, saat pesawat melintas di wilayah perairan antara Belitung dan Kalimantan, terdapat awan tebal berjenis cumulonimbus di sekitar rute pesawat.
Namun, hingga saat ini belum ada pihak yang membenarkan hilangnya kontak pesawat tersebut akibat terganggu oleh awan CB.

Selain itu, BMKG memperkirakan arah angin di sekitar lokasi evakuasi bergerak dengan kecepatan 25 knott dari arah Barat ke Utara. Kemudian, untuk tinggi gelombang, BMKG memperkirakan rata-rata tinggi ombak setinggi 2 meter.

Sementara itu, pengiriman tim evakuasi yang terdiri dari kru penerbang dan penyelam di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, masih menunggu perubahan kondisi cuaca. Sebelumnya, hujan deras dan awan gelap sudah meliputi Bandara Sultan Iskandar Muda sejak Rabu pagi.

Pencarian Air Asia Tim Basarnas Tangkap Sinyal Pesawat Diduga Air Asia di Lokasi Ini

Pencarian Air Asia Tim Basarnas Tangkap Sinyal Pesawat Diduga Air Asia di Lokasi Ini

Pencarian Air Asia Tim Basarnas Tangkap Sinyal Pesawat
Pencarian Air Asia Tim Basarnas Tangkap Sinyal Pesawat
Ekspodeday, SUNGAI RAYA - Pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura yang hilang kontak (lost contact) pada Ahad (28/12) sekitar pukul 06.17 WIB masih terus dilakukan oleh Basarnas Pontianak, meski proses pencarian terhambat oleh cuaca buruk.

"Posko SAR Pontianak yang dibantu oleh Basarnas Pontianak, Kodam XII/TPR dan Polda Kalbar serta Kantor Cabang Angkasa Pura II Bandara Supadio mengerahkan kekuatan laut dan udara untuk mencari keberadaan pesawat AirAsia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura yang hilang kontak (lost contact) kemarin," kata Kasubsi Basarnas Pontianak, Yulius di Sungai Raya, Senin.

Dia menjelaskan, sampai hari ini, pencarian terus dilakukan dari sisi laut dan udara dengan dibantu oleh TNI AU Lanud Supadio, Kodam XII Tanjungpura dan Polairud Kalbar. Menurut dia hingga Senin siang pihaknya masih memfokuskan pencarian pesawat AirAsia tersebut pada sekitar 75 mil dari Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Pasalnya sejak kemarin, pihaknya menangkap 'beacons signal' yang dipancarkan pesawat berada pada titik 03.22.15S-109.41.28E. "Pencarian masih terus kita lakukan melalui laut dan udara, dimana pada kekuatan udara kita dibantu dengan Helly Puma HT 3310, Pesawat Boeing 737-200, Pesawat King Air B200 GT dan Helly Bell TNI AD. Sedangkan dari sisi Laut, pencarian dilakukan dengan Rescue Boat 214, RIB Pontianak dan RIB Ketapang," tuturnya.

Namun, pencarian itu menjadi sedikit sulit karena kondisi cuaca yang benar-benar tidak bersahabat. Sejak pukul 09.15, kondisi di Lanud Supadio Pontianak, tempat didirikannya posko pencarian AirAsia, hingga sore ini terus diguyur hujan. Demikian dengan lokasi pencarian yang ditetapkan oleh Basarnas juga mengalami kondisi yang tidak bersahabat.

"Curah hujan cukup tinggi dan angin dengan kecepatan tinggi masih menjadi penghambat pencarian kita. Namun, pencarian akan terus dilakukan, tentu dengan memperhatikan aspek keselamatan tim pencari mengingat kondisi cuaca yang benar-benar tidak bersahabat," katanya.

Menurut dia, pencarian pesawat ini akan terus dilakukan hingga ada tanda-tanda atau ditemukan lokasi keberadaan pesawat tersebut. Bahkan, pihaknya siap melakukan pencarian dengan operasi yang tidak terbatas waktu," katanya.

Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri Akhibar Cuaca Buruk

Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri Akhibar Cuaca Buruk
Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri Akhibar Cuaca Buruk

Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri Akhibar Cuaca Buruk

JAKARTA - Beberapa spekulasi mulai mencuat mengenai hilangnya pesawat AirAsia jenis A320. Pesawat yang hilang kontak 8 menit usai terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12) pagi itu dikabarkan kekurangan bahan bakar.

Namun kabar tersebut dibantah oleh Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo saat menggelar jumpa pers di Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang. Ia menegaskan bahwa pesawat AirAsia berkondisi layak terbang.

"Pesawat jelas baik, nggak benar itu (kehabisan bahan bakar)," jelasnya. 

Menurutnya, sebelum hilang kontak cuaca sempat tidak bersahabat. Hal itu diperkuat dengan pilot yang meminta pindah posisi untuk menghindari awan tebal.

Di mana kontak terakhir antara ATC terjadi pada 6.12 menit, ketika pilot minta bergeser ke sebelah kiri dan minta naik ke ketinggian 38 ribu kaki.

"Cuaca di sana memang sedang tidak baik, kenapa pilot minta life track ke kiri untuk menghindari awan. Posisi cuaca di daerah itu sedang tidak baik," katanya. (chi/jpnn)
 
Copyright © 2014. Ekspodeday - All Rights Reserved | Template - Maskolis Modif by Leony Li
Proudly powered by Blogger