Harga Premium Turun 900/Liter Jadi Rp 7.600/Liter Dari 8.500/Liter

Harga Premium Turun 900/Liter Jadi Rp 7.600/Liter Dari 8.500/Liter

Harga Premium Turun 900/Liter Jadi Rp 7.600/Liter Dari 8.500/Liter
Harga Premium Turun 900/Liter Jadi Rp 7.600/Liter Dari 8.500/Liter
Ekspodeday, Jakarta - Pemerintah mengumumkan tidak lagi memberikan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 alias Premium. Mulai hari ini, harga Premium mengikuti mekanisme pasar dan harga turun dari Rp 8.500/liter menjadi Rp 7.600/liter.

Sudirman Said, Menteri ESDM, mengatakan perubahan harga Premium tidak lepas dari harga minyak yang juga terkoreksi. Dalam perhitungan pemerintah, harga Premium yang Rp 7.600/liter sudah sesuai dengan kondisi saat ini.

"Harga Premium Rp 7.600/liter itu berdasarkan ICP (harga minyak Indonesia) US$ 60/barel dan kurs Rp 12.300/US$," kata Sudirman kala ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (31/12/2014).

Selain menghapus subsidi Premium, pemerintah juga mengubah pola subsidi untuk BBM diesel alias Solar. Mulai 1 Januari 2015, pemerintah memberi subsidi tetap (fixed subsidy) kepada Solar sebesar Rp 1.000/liter dan sisanya mengikuti mekanisme pasar.

Melalui 2 kebijakan ini, maka harga Premium dan Solar akan naik-turun tergantung harga pasar atau keekonomian. Oleh karena itu, setiap awal bulan pemerintah akan mengumumkan harga dasar BBM.

"Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM, akan mengeluarkan harga dasar BBM. Ini dilakukan setiap awal bulan," kata Sudirman.

Harga dasar adalah satu dari beberapa komponen untuk menentukan harga jual BBM ke konsumen. Selain harga dasar, ada pula pajak-pajak dan biaya distribusi.

"Walau tanpa subsidi, pemerintah tetap menetapkan harga BBM. Jadi tidak melanggar putusan MK," ujar Sudirman.

Harga Baru BBM Bersubsidi Diumumkan Besok, Berlaku 1 Januari 2015

Harga Baru BBM Bersubsidi Diumumkan Besok, Berlaku 1 Januari 2015

Harga Baru BBM Bersubsidi
Harga Baru BBM Bersubsidi
Ekspodeday, Jakarta - Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan baru terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan ini akan diumumkan besok (31/12/2014) dan mulai berlaku 1 Januari 2015.

"Tadi kita sudah rapat dengan Menteri Keuangan, Menteri ESDM. Mudah-mudahan kebijakannya bisa diumumkan besok pagi dan berlaku pada 1 Januari 2015," kata Sofyan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

Sofyan masih enggan menyebutkan kebijakan apa yang akan ditempuh pemerintah. "Tunggu saja dulu," ujarnya.

Namun intinya, lanjut Sofyan, pemerintah akan menyesuaikan harga baru BBM di dalam negeri dengan perkembangan harga minyak dunia. Menurut dia, memang perlu ada penyesuaian agar ada rasa keadilan kepada masyarakat.

"Prinsipnya, sesuai dengan perkembangan harga minyak dunia, tentu ada juga penyesuaian supaya pemerintah fair terhadap masyarakat. Sebab kalau harga naik, kita juga meminta masyarakat berkorban lebih banyak. Dengan harga minyak dunia ini, tentu akan disesuaikan," paparnya.

Sofyan tidak menyebutkan dengan jelas apakah harga BBM akan diturunkan mengikuti harga minyak dunia yang anjlok. "Amin," ucapnya kala ditanya apakah pemerintah akan menurunkan harga BBM.

Sebelumnya, Sofyan menggarisbawahi bahwa harga BBM bersubsidi akan berubah. Sejak 18 November lalu, pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter. Harga Premium menjadi Rp 8.500/liter, dan Solar Rp 7.500/liter.

"Pada saat Tahun Baru, masyarakat akan membeli BBM dengan harga baru. Per 1 Januari 2015," ungkap Sofyan.

Akan Ada Kejutan dari Pemerintah Soal BBM

Akan Ada Kejutan dari Pemerintah Soal BBM

BBM Subsidi Pemerintah
BBM Subsidi Pemerintah
Ekspodeday, Jakarta -Pemerintah berencana segera mengumumkan kebijakan terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengumuman akan dilakukan pada Selasa (30/12/2014) besok.

"Iya. Selasa besok pemerintah akan keluarkan keputusan terkait kebijakan BBM subsidi," tegas Menteri ESDM Sudirman Said kala ditemui di kediaman pribadinya, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2014).

Sudirman mengatakan, hari ini pemerintah akan mematangkan kebijakan BBM subsidi tersebut. Termasuk penentuan beberapa opsi yang akan dipilih.

"Senin kita matangkan dulu opsi-opsinya," ucap Sudirman.

Ia menambahkan, beberapa opsi yang sedang dibahas adalah subsidi tetap untuk BBM diesel (Solar) dan penghapusan subsidi untuk BBM jenis RON 88 alias Premium.

"Opsi yang dibahas terkait subsidi tetap pada solar, kedua ada opsi penghapusan subsidi untuk Premium. Jadi nantinya harga solar naik-turun tergantung market, tapi ada subsidi tetapnya. Sedangkan premium ditetapkan pada harga keekonomian," ungkap Sudirman.
 
Copyright © 2014. Ekspodeday - All Rights Reserved | Template - Maskolis Modif by Leony Li
Proudly powered by Blogger